Sabtu, 20 Februari 2016

Lirik Lagu Gamma1 Cinta Abadi

CINTA ABADI
Cipt. NN
Indahnya senyumanmu, Membuat diriku
Yang selalu rindu, Kepada dirimu
Seakan-akan menusuk kalbu
Ibaratkan bunga, Indah ditangkainya
Tebarkan harumnya, Kepada pujangga
Yang sedang dimabuk cinta
Engkaulah sang dewiku
Yang selama ini… Yang kudambakan...
Kini engkau telah datang
Memberi harapan… Untuk diriku..
Aaa...aa...aa....aa...
Kau berikan kasih sayang, Pada diriku ini
Bagaikan sebuah sinar, Yang datang menerangi
Tuhan telah memberikan, Anugrah tak ternilaikan
Pada diriku ini, Yang lama kunantikan
Cintaku abadi, Untuk selamanya
Sayangku abadi, Untuk selamanya

Cerpenku



CINTA  SEGITIGA

Kisah cinta berawal dari pasangan kekasih sebut saja Sandy dan Gadis yang bekerja di tempat yang sama atau satu kantor. Hubungan mereka sangat dekat dan Gadis selalu menuruti apa kata Sandy padanya, mereka selalu bersama seperti kertas dan tinta. Sampai Gadis rela tidak memotong rambutnya panjang hampir lutut, padahal dia tidak terbiasa berambut panjang.

Di satu kantor juga ada seorang karyawan baru yang bernama Intan, dia adalah tangan kanan Sandy atau bisa disebut sekretaris. Mereka selalu bersama di dalam kantor tersebut. Selama mereka bekerja, mereka membagi suka duka bersama meskipun mereka tahu hubungan mereka tidak lebih dari teman biasa. Sampai akhirnya mereka bersahabat dan kedekatan mereka melebihi kedekatan Sandy kepada kekasihnya Gadis.

Intan selalu mengetahui semua tentang Sandy, begitupun dengan Sandy yang selalu ada untuk Intan baik saat dia bersedih maupun disaat dia senang. banyak teman-temannya yang mengatakan kalau mereka pacaran tapi semua itu tidak membuat Gadis sakit hati karena dia tahu kalau kedekatan mereka hanya sekedar sahabat baik. Sampai akhirnya semua perkataan teman-teman benar adanya, mereka pacaran tanpa sepengetahuan Gadis.

Intan berkata kepada Sandy, “ kenapa kita melakukan ini, kita harus menyadari bahwa kita telah menyakiti hati seseorang yang sangat mecintaimu dan menganggapku teman baiknya”. Sandy menjawab, “ apa aku salah jika aku juga mencintaimu, bukankah kamu juga mencintaiku.” Intan, “ Yah,,, kita memang saling mencintai tapi cinta kita ini akan melukai hati orang yang selama ini percaya dengan kita. Aku bingung dengan semua ini, disatu sisi aku mencintaimu dan takut kehilanganmu dan disisi lain aku menghargai perasaan orang yang mencintaimu dan baik padaku”. Sandy tetap pada pendiriannya, sekarang dia mencintai Gadis dan dia juga tidak sanggup untuk mengatakan semuanya kepada Gadis yang selalu menyayanginya.

Pada saat peringatan hari kemerdekaan Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus. Gadis mengajak Sandy melihat keramaian peringatan hari Kemerdekaan tersebut tapi Sandy juga ingin mengajak Intan. Lalu Sandy Menelpon Intan, “Aku ingin mengajakmu jalan-jalan tapi Gadis juga mengajakku, aku hanya ingin menikmati libur bersamamu bukan bersamanya”. Intan menjawab, “ Aku di kosan saja bersama teman-teman kalau memang Gadis ingin bersamamu, kamu turuti saja maunya... Disini aku yang bersalah karena telah merebutmu dari dirinya”. Sandy mendengar perkataan Intan untuk menuruti kemauan Gadis walaupun perasaannya tidak ingin bersama Gadis.

Ketika Sandy menjemput Gadis, Intan hanya diam saja dan sedikit tersenyum melihat mereka. Gadis berkata kepada Intan, “ Ayo kita jalan-jalan, pasti seru kalau kita rame-rame melihat keraimaian”. Intan Menjawab, “ Kalau aku ikut kalian, aku akan mengganggu kebahagian kalian, nanti kalau pulang bawain oleh-oleh saja”. Sandy hanya tersenyum tidak enak kepada Intan dan mereka pergi.

Keesokan harinya, mereka mulai bekerja seperti biasanya dan sibuk masing-masing dengan pekerjaan tapi untuk Sandy dan Intan tidak ada kata sibuk karena mereka selalu berdekatan. Jam istirahat tiba, Sandy dan Intan makan siang bersama. Saat mereka mengobrol dan layaknya pasangan kekasih datanglah Gadis dan dia mencurigai tingkah laku mereka. Gadis berkata, “Aku ingin kalian jujur padaku, tentang hubungan kalian karena selama ini aku merasakan sangat berbeda terhadap tingkah kalian dan aku juga mendengar teman-teman yang bilang kalau kalian itu pacaran”. Mereka hanya terdiam karena mereka takut untuk menjawab keslahan mereka dan takut menyakiti hati Gadis. Gadis terus menanyakan hubungan mereka sampai akhirnya Sandy menjawab, “Gadis,,,maaf sebenarnya kami memang benar sudah menjalin hubungan di belakangmu, kami saling mencintai dan kami takut menyakiti hatimu”. Gadis, “Kenapa kalian melakukan semua ini kepadaku, kenapa kalian menodai kepercayaanku selama ini. Selama ini aku sangat mencintaimu Sandy sampai aku rela menjauhi semua yang tidak kau sukai, dan juga teman yang selama ini selalu aku anggap baik ternyata sangat busuk di belakangku. Aku tidak menyangka kalian tega membuatku seperti ini. Jika selama ini kalian saling mencintai, kalian bisa bicara sejujurnya padaku mungkin aku tidak merasakan sesakit ini”.

Intan menyesal dengan perbuatannya yang telah menyakiti hati Gadis, dia selalu merasa bersalah dan minta maaf tapi semua itu sudah terlambat. Sampai akhirnya Gadis tidak lagi bekerja dan menghilang tiada kabar. Hanya terdengar dari teman-temanya, dia memotong rambutnya sendiri seperti laki-laki dan hanya terdiam tanpa banyak bicara. Tetapi hubungan mereka terus berjalan dan semakin dekat, bahkan mereka berencana akan menikah meskipun cinta mereka telah menyakiti perasaan Gadis.

Cerpenku



TERIMA KASIH CINTA


Masa SMA sering dibilang sebagai masa yang paling indah dan menyenangkan yang penuh sejuta cerita. Menikmati kehidupan tanpa beban yang hanya memikirkan kesenangan dan diri sendiri, itulah Icha seorang anak dari keluarga sederhana tapi semua keinginan nya selalu di penuhi oleh orang tua dan keluarga yang memanjakannya.

Icha sekolah jauh dari orang tua dan dia kos yang tidak jauh dari sekolah. Karena jauh dari  orang tua, dia selalu keluar kos bersama satu geng yang bernama “Geng Candy” yang hanya  berpoya-poya tanpa terbesit dipikiran mereka bagaimana susahnya mencari uang. Dia dan temannya itu tidak pernah memikirkan perasaan orang lain dan selalu menyakiti hati laki-laki yang suka serta mengaguminya terutama Icha yang selalu mempermainkan dan memanfaatkan perasaan orang yang mencintai serta memberi perhatian kepadanya.

Suatu ketika Icha bertemu dengan seorang laki-laki sekolah di Pondok Pesantren yang bernama Marchel, dia senang dan mengagumi Icha meskipun dia tahu sikap dan tingkah laku Icha. Sampai akhirnya mereka pun pacaran, Icha hanya memanfaatkan  Marchel karena Marchel yang begitu keren dan cool di mata para remaja, dia juga anak Vokalis Band.

Marchel sangat mencintai Icha bahkan apa yang dilakukan oleh Icha yang dianggap tidak sesuai  selalu dilarang. suatu hari Marchel memberikan hadiah kepada Icha yang berisi 4 buah jilbab dan baju, dia berkata kepada Icha, ”Aku berharap kamu memakai jilbab tersebut, tidak hanya sekali pakai tapi untuk selamanya dan juga niat hanya kepada Allah SWT”. Icha hanya tersenyum dengan ucapan Marchel. Kata-kata tersebut sering di ucapkan Marchel tanpa bosan, tapi tetap saja tidak di dengarkan bahkan Icha selalu menyakiti hati Marchel.

Icha merasa tidak suka dengan sikap Marchel yang mengaturnya untuk menutup aurat dan bersikap selayaknya wanita saleha yang dia idamkan. Keluarga Marchel sangat menyayangi Icha seperti kelurga sendiri bahkan selalu di perhatikan oleh ibunya, ibu berkata kepada Icha, “ sekarang Icha anggap saja kami orang tua sendiri dan jangan pernah malu untuk memanggil kami ayah dan ibu karena kami menyayangimu seperti anak kami sendiri, wajahmu sangat mirip dengan kakak perempuan Marchel”. Icha menjawab, “ Ya Ibu, aku bahagia sekali karena kalian menyayangiku seperti keluarga sendiri, Icha berharap kalian selalu memberikan perhatian kepada Icha ”. Tapi Perhatian orang tua Marchel tidak merubah sikap egois Icha yang hanya bermain-main dengan suatu hubungan.

Tetapi Marchel masih bertahan dengan sikap Icha yang tidak pernah ada untuk dirinya dan tidak pernah menghargai sebagai seorang pacar. Icha berkata kepada Marchel, “Kenapa kamu  bertahan dengan hubungn ini, sedangkan aku hanya bisa menyakitimu dan tidak pernah menghargai dirimu?”. Marchel menjawab dengan nada lembut, “Aku menyayangimu dengan tulus dan aku yakin suatu saat kamu akan mengerti apa itu kasih sayang yang sebenarnya”. Icha hanya diam dan tersenyum mendengar kata yang keluar dari suara lembut Marchel.

Setelah pulang sekolah Icha dan teman-temannya pergi jalan-jalan bersama selingkuhan Icha. Di saat itu pula Ibu Marchel menelpon untuk makan bersama di rumah, tapi Icha tidak bisa ikut makan bersama tersebut karena dia bilang sibuk mengerjakan tugas kelompok. Sampai akhirnya Marchel dan teman-teman melihat Icha bersama selingkuhannya itu di dalam mobil bersama teman-temannya. Marchel hanya terdiam melihatnya karena dia merasa malu dengan teman di dekatnya.

Setelah Icha di antar sampai kos, ternyata Marchel ada di belakang mobil. Marchel mendekati Icha lalu berkata, “ jika kamu belum bisa menghargai aku sebagai pacarmu, aku mohon hargai ibuku yang sangat menyayangimu. Kau tahu betapa dia sangat menginginkan makan bersama denganmu, masak spesial untukmu tapi kau tega membohonginya”. Icha hanya terdiam tanpa satu kata pun, Marchel berkata, “Sudah cukup kau buat aku seperti ini, mungkin aku tidak bisa merubah sikap egoismu itu”, Icha menjawab, “ aku emang egois, aku emang tidak pernah menghargai persaan orang lain, aku mohon maaf kalau aku hanya membuat kalian sakit hati padaku”. Marchel menjawab, “Aku tulus mencintaimu tapi rasa cinta dan kepercayaanku tidak pernah kau hargai sedikit pun, satu tahun kita pacaran tapi pengorbananku selama ini tidak pernah kau lihat”. 

Melihat begitu tulus cinta Marchel membuat Icha meneteskan air mata dan begitu pula dengan Marchel seorang laki-laki yang dikagumi oleh wanita juga meneteskan air mata. Marchel berkata, “ mungkin hubungan kita sampai disini saja, aku berharap kamu bisa merubah sikapmu itu dan bisa menghargai orang lain. Satu hal yang perlu kamu tahu bahwa aku sangat menyayangimu tapi saat ini aku merasa tidak sanggup lagi bersamamu”. Nesa menjawab, “Terima kasih selama ini kamu sudah menyayangiku dengan tulus dan memberi perhatian mu, jujur selama ini hanya kamu laki-laki yang selalu mengerti aku”. Marchel pun menjawab, “Kamu tidak perlu berterima kasih padaku, aku tulus memberi perhatianku untukmu. Meskipun kita tidak mempunyai hubungan special, aku tetap temanmu dan juga kakak untukmu”. Marchel memberikan sebuah kotak kepada Icha, dengan tangan yang begitu kaku Icha menerima kotak tersebut. Marchel berkata, "Kotak ini  aku siapkan untukmu dan akan ku berikan disaat dirimu kerumah  makan siang bersama, aku berharap Icha mau menerimanya walaupun tidak berharga bagimu serta disimpan dengan sebaik mungkin". Icha menjawab, "Terima kasih kamu sudah sangat perhatian padaku dan aku akan menjaga nmenyimpan pemberianmu ini".

Icha tidak bisa menahan air matanya lalu dia berlari menuju kamar teman satu kosnya yaitu Fitry. Dia memeluk erat fitry dan berkata kalau dia sangat menyesali perbuatan yang dilakukan selama ini terhadap Marchel, “Sekarang aku sadar betapa tulusnya cinta Marchel padaku tapi penyesalan ini sudah terlambat karena Marchel sudah pergi dariku”. Fitry berkata, “Sudah jangan kamu sesali yang sudah terjadi, mulai sekarang kamu harus merubah sikap egoismu itu. Mungkin Marchel bukan yang terbaik untukmu, rencana Allah itu jauh lebih indah dari yang kita bayangkan”. Icha terus menangis karena dia sangat menyesali perbuatannya selama ini, menyia-nyiakan orang yang sangat menyayangi dirinya dengan tulus.

Icha membuka kotak yang diberikan Marchel dan begitu kagetnya Icha melihat isi kotak tersebut kalung dan cincin, Icha sangat menyukainya dan membuat hatinya semakin sedih. Siang berlalu tapi Icha masih belum bisa melepas penyesalannya dan terus termenung memikirkan perkataan Marchel padanya. Terdengar suara handphone berdering ternyata Marchel menelpon, perhatian Marchel membuat Icha bingung seperti tidak terjadi apa-apa. Icha mengatakan permohonan maaf kepada Marchel karena perbuatannya selama ini, Marchel menjawab, “ No problem,,, tapi aku hanya minta satu hal pada mu, aku minta mulai saat ini kamu bisa merubah sikap dan tingkah lakumu itu. Masa depan kita masih panjang, kita jalani kehidupan kita masing-masing dan jika Allah SWT mengizinkan kita untuk bersama, suatu saat kita akan bersama lagi”. Icha menjawab, “ Iya,,,aku berjanji akan meerubah sikap dan tingkah laku yang selama ini selalu menyakiti orang terutama menyakiti kamu. Aku juga mohon maaf dengan sikap ku selama ini dan tolong sampaikan salam untuk keluarga di rumah”. Marchel pun berkata, “Itulah harapan ku pada mu. Never mine, selama ini aku selalu memaafkanmu dan jangan pernah menganggap hubungan kita sampai disini saja karena kita masih bisa jadi keluarga. Lagi pula orang tuaku sudah sangat menyayangimu dan menganggap sebagai anak sendiri. oh iya,,,pakai dan jaga baik-baik pemberian dariku, Oke". Icha terus menangis meratapi kesalahan-kesalahan yang dia perbuat terhadap Marchel selama menjalin hubungan tanpa menghiraukan pembicaraan Marchel di Handphone.