Sabtu, 20 Februari 2016

Cerpenku



CINTA  SEGITIGA

Kisah cinta berawal dari pasangan kekasih sebut saja Sandy dan Gadis yang bekerja di tempat yang sama atau satu kantor. Hubungan mereka sangat dekat dan Gadis selalu menuruti apa kata Sandy padanya, mereka selalu bersama seperti kertas dan tinta. Sampai Gadis rela tidak memotong rambutnya panjang hampir lutut, padahal dia tidak terbiasa berambut panjang.

Di satu kantor juga ada seorang karyawan baru yang bernama Intan, dia adalah tangan kanan Sandy atau bisa disebut sekretaris. Mereka selalu bersama di dalam kantor tersebut. Selama mereka bekerja, mereka membagi suka duka bersama meskipun mereka tahu hubungan mereka tidak lebih dari teman biasa. Sampai akhirnya mereka bersahabat dan kedekatan mereka melebihi kedekatan Sandy kepada kekasihnya Gadis.

Intan selalu mengetahui semua tentang Sandy, begitupun dengan Sandy yang selalu ada untuk Intan baik saat dia bersedih maupun disaat dia senang. banyak teman-temannya yang mengatakan kalau mereka pacaran tapi semua itu tidak membuat Gadis sakit hati karena dia tahu kalau kedekatan mereka hanya sekedar sahabat baik. Sampai akhirnya semua perkataan teman-teman benar adanya, mereka pacaran tanpa sepengetahuan Gadis.

Intan berkata kepada Sandy, “ kenapa kita melakukan ini, kita harus menyadari bahwa kita telah menyakiti hati seseorang yang sangat mecintaimu dan menganggapku teman baiknya”. Sandy menjawab, “ apa aku salah jika aku juga mencintaimu, bukankah kamu juga mencintaiku.” Intan, “ Yah,,, kita memang saling mencintai tapi cinta kita ini akan melukai hati orang yang selama ini percaya dengan kita. Aku bingung dengan semua ini, disatu sisi aku mencintaimu dan takut kehilanganmu dan disisi lain aku menghargai perasaan orang yang mencintaimu dan baik padaku”. Sandy tetap pada pendiriannya, sekarang dia mencintai Gadis dan dia juga tidak sanggup untuk mengatakan semuanya kepada Gadis yang selalu menyayanginya.

Pada saat peringatan hari kemerdekaan Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus. Gadis mengajak Sandy melihat keramaian peringatan hari Kemerdekaan tersebut tapi Sandy juga ingin mengajak Intan. Lalu Sandy Menelpon Intan, “Aku ingin mengajakmu jalan-jalan tapi Gadis juga mengajakku, aku hanya ingin menikmati libur bersamamu bukan bersamanya”. Intan menjawab, “ Aku di kosan saja bersama teman-teman kalau memang Gadis ingin bersamamu, kamu turuti saja maunya... Disini aku yang bersalah karena telah merebutmu dari dirinya”. Sandy mendengar perkataan Intan untuk menuruti kemauan Gadis walaupun perasaannya tidak ingin bersama Gadis.

Ketika Sandy menjemput Gadis, Intan hanya diam saja dan sedikit tersenyum melihat mereka. Gadis berkata kepada Intan, “ Ayo kita jalan-jalan, pasti seru kalau kita rame-rame melihat keraimaian”. Intan Menjawab, “ Kalau aku ikut kalian, aku akan mengganggu kebahagian kalian, nanti kalau pulang bawain oleh-oleh saja”. Sandy hanya tersenyum tidak enak kepada Intan dan mereka pergi.

Keesokan harinya, mereka mulai bekerja seperti biasanya dan sibuk masing-masing dengan pekerjaan tapi untuk Sandy dan Intan tidak ada kata sibuk karena mereka selalu berdekatan. Jam istirahat tiba, Sandy dan Intan makan siang bersama. Saat mereka mengobrol dan layaknya pasangan kekasih datanglah Gadis dan dia mencurigai tingkah laku mereka. Gadis berkata, “Aku ingin kalian jujur padaku, tentang hubungan kalian karena selama ini aku merasakan sangat berbeda terhadap tingkah kalian dan aku juga mendengar teman-teman yang bilang kalau kalian itu pacaran”. Mereka hanya terdiam karena mereka takut untuk menjawab keslahan mereka dan takut menyakiti hati Gadis. Gadis terus menanyakan hubungan mereka sampai akhirnya Sandy menjawab, “Gadis,,,maaf sebenarnya kami memang benar sudah menjalin hubungan di belakangmu, kami saling mencintai dan kami takut menyakiti hatimu”. Gadis, “Kenapa kalian melakukan semua ini kepadaku, kenapa kalian menodai kepercayaanku selama ini. Selama ini aku sangat mencintaimu Sandy sampai aku rela menjauhi semua yang tidak kau sukai, dan juga teman yang selama ini selalu aku anggap baik ternyata sangat busuk di belakangku. Aku tidak menyangka kalian tega membuatku seperti ini. Jika selama ini kalian saling mencintai, kalian bisa bicara sejujurnya padaku mungkin aku tidak merasakan sesakit ini”.

Intan menyesal dengan perbuatannya yang telah menyakiti hati Gadis, dia selalu merasa bersalah dan minta maaf tapi semua itu sudah terlambat. Sampai akhirnya Gadis tidak lagi bekerja dan menghilang tiada kabar. Hanya terdengar dari teman-temanya, dia memotong rambutnya sendiri seperti laki-laki dan hanya terdiam tanpa banyak bicara. Tetapi hubungan mereka terus berjalan dan semakin dekat, bahkan mereka berencana akan menikah meskipun cinta mereka telah menyakiti perasaan Gadis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar