CINTA SEGITIGA
Kisah
cinta berawal dari pasangan kekasih sebut saja Sandy dan Gadis yang bekerja di
tempat yang sama atau satu kantor. Hubungan mereka sangat dekat dan Gadis
selalu menuruti apa kata Sandy padanya, mereka selalu bersama seperti kertas
dan tinta. Sampai Gadis rela tidak memotong rambutnya panjang hampir lutut,
padahal dia tidak terbiasa berambut panjang.
Di
satu kantor juga ada seorang karyawan baru yang bernama Intan, dia adalah tangan
kanan Sandy atau bisa disebut sekretaris. Mereka selalu bersama di dalam kantor
tersebut. Selama mereka bekerja, mereka membagi suka duka bersama meskipun
mereka tahu hubungan mereka tidak lebih dari teman biasa. Sampai akhirnya mereka
bersahabat dan kedekatan mereka melebihi kedekatan Sandy kepada kekasihnya
Gadis.
Intan
selalu mengetahui semua tentang Sandy, begitupun dengan Sandy yang selalu ada
untuk Intan baik saat dia bersedih maupun disaat dia senang. banyak
teman-temannya yang mengatakan kalau mereka pacaran tapi semua itu tidak
membuat Gadis sakit hati karena dia tahu kalau kedekatan mereka hanya sekedar
sahabat baik. Sampai akhirnya semua perkataan teman-teman benar adanya, mereka
pacaran tanpa sepengetahuan Gadis.
Intan
berkata kepada Sandy, “ kenapa kita melakukan ini, kita harus menyadari bahwa
kita telah menyakiti hati seseorang yang sangat mecintaimu dan menganggapku
teman baiknya”. Sandy menjawab, “ apa aku salah jika aku juga mencintaimu,
bukankah kamu juga mencintaiku.” Intan, “ Yah,,, kita memang saling mencintai
tapi cinta kita ini akan melukai hati orang yang selama ini percaya dengan
kita. Aku bingung dengan semua ini, disatu sisi aku mencintaimu dan takut
kehilanganmu dan disisi lain aku menghargai perasaan orang yang mencintaimu dan
baik padaku”. Sandy tetap pada pendiriannya, sekarang dia mencintai Gadis dan
dia juga tidak sanggup untuk mengatakan semuanya kepada Gadis yang selalu
menyayanginya.
Pada
saat peringatan hari kemerdekaan Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus. Gadis
mengajak Sandy melihat keramaian peringatan hari Kemerdekaan tersebut tapi
Sandy juga ingin mengajak Intan. Lalu Sandy Menelpon Intan, “Aku ingin mengajakmu
jalan-jalan tapi Gadis juga mengajakku, aku hanya ingin menikmati libur bersamamu
bukan bersamanya”. Intan menjawab, “ Aku di kosan saja bersama teman-teman
kalau memang Gadis ingin bersamamu, kamu turuti saja maunya... Disini aku yang
bersalah karena telah merebutmu dari dirinya”. Sandy mendengar perkataan Intan
untuk menuruti kemauan Gadis walaupun perasaannya tidak ingin bersama Gadis.
Ketika
Sandy menjemput Gadis, Intan hanya diam saja dan sedikit tersenyum melihat
mereka. Gadis berkata kepada Intan, “ Ayo kita jalan-jalan, pasti seru kalau
kita rame-rame melihat keraimaian”. Intan Menjawab, “ Kalau aku ikut kalian,
aku akan mengganggu kebahagian kalian, nanti kalau pulang bawain oleh-oleh
saja”. Sandy hanya tersenyum tidak enak kepada Intan dan mereka pergi.
Keesokan
harinya, mereka mulai bekerja seperti biasanya dan sibuk masing-masing dengan
pekerjaan tapi untuk Sandy dan Intan tidak ada kata sibuk karena mereka selalu
berdekatan. Jam istirahat tiba, Sandy dan Intan makan siang bersama. Saat
mereka mengobrol dan layaknya pasangan kekasih datanglah Gadis dan dia
mencurigai tingkah laku mereka. Gadis berkata, “Aku ingin kalian jujur padaku,
tentang hubungan kalian karena selama ini aku merasakan sangat berbeda terhadap
tingkah kalian dan aku juga mendengar teman-teman yang bilang kalau kalian itu
pacaran”. Mereka hanya terdiam karena mereka takut untuk menjawab keslahan
mereka dan takut menyakiti hati Gadis. Gadis terus menanyakan hubungan mereka
sampai akhirnya Sandy menjawab, “Gadis,,,maaf sebenarnya kami memang benar
sudah menjalin hubungan di belakangmu, kami saling mencintai dan kami takut
menyakiti hatimu”. Gadis, “Kenapa kalian melakukan semua ini kepadaku, kenapa
kalian menodai kepercayaanku selama ini. Selama ini aku sangat mencintaimu
Sandy sampai aku rela menjauhi semua yang tidak kau sukai, dan juga teman yang
selama ini selalu aku anggap baik ternyata sangat busuk di belakangku. Aku
tidak menyangka kalian tega membuatku seperti ini. Jika selama ini kalian
saling mencintai, kalian bisa bicara sejujurnya padaku mungkin aku tidak
merasakan sesakit ini”.
Intan
menyesal dengan perbuatannya yang telah menyakiti hati Gadis, dia selalu merasa
bersalah dan minta maaf tapi semua itu sudah terlambat. Sampai akhirnya Gadis
tidak lagi bekerja dan menghilang tiada kabar. Hanya terdengar dari
teman-temanya, dia memotong rambutnya sendiri seperti laki-laki dan hanya
terdiam tanpa banyak bicara. Tetapi hubungan mereka terus berjalan dan semakin
dekat, bahkan mereka berencana akan menikah meskipun cinta mereka telah
menyakiti perasaan Gadis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar